Senin, 01 Maret 2010

Skizofrenia (Penyakit Orang Gila)


Skizofrenia berasal dari dua kata, yaitu “ Skizo “ yang artinya retak atau pecah (split), dan “ frenia “ yang artinya jiwa. Dengan demikian seseorang yang menderita skizofrenia adalah seseorang yang mengalami keretakan jiwa atau keretakan kepribadian ( Hawari, 2003 ).
Retak berarti jiwanya retak tidak seperti dulu lagi..dimana perhatian serta tingkah laku aneh akan muncul dari orang yang menderita skizofrenia. Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia.3
Walaupun efek skizofrenia baik pria maupun wanita hamper sama, namun gangguan yang paling sering muncul pertama kali pada pria, biasanya akhir belasan tahun atau awal dua puluhan, sedangkan pada wanita, yang pada umumnya mengenai umur dua puluh sampai umur tiga puluh.
Namun pada umumnya, yaitu 75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri.
Umumnya gejala skizofrenia dibagi atas 2 bagian yaitu gejala-gejala primer berupa gangguan proses piker, ganguan afek dan emosi, gangguan kemauan, serta gangguan psikomotor. Sedangkan gejala-gejala sekunder yaitu delusi atau waham dan halusinasi.
Delusi; merupakan keyakinan palsu yang biasanya melibatkan salah pengertian dalam pemahaman atau pengalaman.

Delusi penyiksaan – yakin kalau dia akan disiksa, dikuntit, ditipu, atau dimata-matai.
Delusi ketersinggungan – yakin kalau sebagian isi buku, surat kabar atau lirik lagu tertentu khusus ditujukan padanya.
Delusi penarikan pikiran atau penyisipan pikiran – keyakinan bahwa orang lain dapat membaca pikirannya, dan bahwa pikiranya dapat mempengaruhi oleh lain, atau bahwa pikiran-pikiran dan dorongan hati dapat dimasukkan kedalam pikirannya oleh kekuatan dari luar.
Halusinasi – pendengaran, penglihatan, penciuman, pencecapan ataupun perabaan. Halusinasi pendengaran adalah gejala yang paling umum. Seseorang bisa “mendengar” suara-suara seolah-olah orang mempergunjingkan tingkah lakunya, atau mengkritik dan melecehkannya.
Gangguan pikiran – berkaitan dengan pemikiran yang kacau, yang nampak jelas dalam bicaranya yang melantur, berganti-ganti topik pembicaraan, dan tidak jelas arahnya. Mungkin bicaranya hanya sedikit kacau atau bisa juga sangat membingungkan dan tidak dapat dimengerti.
Bertingkah laku aneh – bisa seperti kebodohan yang kekanak-kanakan, bingung atau berpenampilan acak-acakan, jorok dan tidak pada tempatnya; diam seperti patung, merupakan perilaku aneh yang ekstrim, di mana seseorang terus berada dalam sikap tubuh yang kaku dan menolak untuk digerakkan atau sebaliknya melakukan gerakan yang tidak bermanfaat dan tanpa tujuan.
Gejala negatif - termasuk punya emosi yang datar, miskin kata-kata (merujuk pada kurangnya daya pikir yang tercermin dalam banyaknya kata-kata yang diucapkan); anhedonia (merujuk pada berkurangnya kemampuan menikmati kesenangan); dan kurang pergaulan sosial (merujuk pada kurangnya minat bergaul dengan orang lain). Gejala-gejala negatif ini seringkali dikaitkan dengan hilangnya motivasi secara umum, tidak punya tujuan dan cita-cita
Perilaku criminal tidak semuanya ada pada pasien skizofrenia tetapi pasien mungkin menunjukkan tindakan kekerasan akibat rasa frustasi dari respon halusinasi atau waham yang merusak kehidupan interaksi sosialnya. Prevalensi bunuh diri sekitar 10 persen pada sejumlah pasien skizofrenia.
WHAT CAUSES SCHIZOPHRENIA?
Is Schizophrenia Inherited?
It has long been known that schizophrenia runs in families. People who have a close relative with schizophrenia are more likely to develop the disorder than are people who have no relatives with the illness.
Is Schizophrenia Associated With A Chemical Defect In The Brain?
Basic knowledge about brain chemistry and its link to schizophrenia is expanding rapidly. Neurotransmitters, substances that allow communication between nerve cells, have long been thought to be involved in the development of schizophrenia.
Is Schizophrenia Caused By A Physical Abnormality In The Brain?
. Many studies of people with schizophrenia have found abnormalities in brain structure (for example, enlargement of the fluid-filled cavities, called the ventricles, in the interior of the brain, and decreased size of certain brain regions) or function (for example, decreased metabolic activity in certain brain regions).
And many more who are unknown!!!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar